Memasuki akhir dari TSC 2016, permainan Persib justru baru menunjukan performa yang menawan. Dari 10 pertandingan terakhir, Maung Bandung hanya sekali menelan kekalahan di tangan Persela Lamongan. Lawan terakhir yang ditekuk oleh pasukan Jajang Nurjaman adalah Pusamania Borneo FC. Meski harus dilalui dengan bentrok yang sengit, namun Maung Bandung bisa unggul 1-0.
Melonjaknya permainan Persib karena Marcos Flores sudah semakin nyaman mengatur pola serangan timnya Dikatakan oleh gelandang serang 31 tahun itu, dia memang sadar bahwa perannya di tim adalah sebagai pelayan bagi para pemain depan. Dia menyebut bahwa mentalnya akan meningkat ketika umpan matangnya dimaksimalkan rekan-rekannya di barisan penyerangan.
“Itu tugas saya, tugas utama dari seorang playmaker adalah membuat assist kepada striker bukan untuk mencetak gol. Jujur saya juga ingin mencetak gol, tapi saya juga merasa senang jika pemain nomor 9 (striker), Febri atau Atep punya banyak peluang,” ujar Flores usai laga di Si Jalak Harupat.
Namun untuk laga menghadapi kemarin, menurutnya tingginya tensi dari pertandingan membuatnya sedikit kerepotan. Pemain asal Argentina itu menyebut bahwa pada awal laga dirinya cukup mempunyai banyak ruang untuk merancang serangan. Namun ketika Flavio Beck dan kawa-kawan mulai beradaptasi dengan tensi pertandingan, dia tak memiliki banyak ruang untuk memanjakan pemain depan.
“Sangat bagus, saya bisa menikmati pertandingan. Maksud saya, kita mempunyai 30 menit yang sangat baik meski di akhir babak pertama keadaan cukup sedikit rumit. Lalu di babak kedua, semuanya kita tinggal bicara tentang etos kerja,” tukas dia.

No comments:
Post a Comment