Thursday, 11 May 2017

Janur Ingin Perbaiki Rekor Persib di Padang


Pelatih Jajang Nurjaman ‘gatal’ segera ingin memperbaiki rekor tak pernah menang di Stadion H Agus Salim Padang saat meladeni Semen Padang. Pertandingan, Sabtu (13/5/2017) nanti menjadi ajang untuknya memperbaiki rekor dan penampilan tim dari sebelumnya.
Janur juga seakan tutup mata atas tren buruk lawan yang mendapat hasil kandas dua kali beruntun atas Bali United (2-0) dan Borneo FC (1-0). Ia menegaskan timnya harus bisa menang minimal mendapatkan poin.
“Kita mencari poin dan memperbaiki penampilan di sini. Saya tidak melihat itu (kekalahan Semen Padang) malah sebaliknya saya datang ke sini selalu kalah, saya ingin perbaiki rekor, itu saja jadi saya tidak melihat mereka yang sudah dua kali kalah,” beber Janur pada Kamis (11/5).
Justru sebaliknya, timnya harus mewaspadai kebangkitan Kabau Sirah di kandangnya. Alih-alih memperbaiki rekor, ia tak ingin anak-anak asuhannya kecolongan lagi. “Bahkan sebaliknya mereka pasti bangkit di kandang,” tambahnya.
Pada persiapannya pelatih 59 tahun itu sudah menyiapkan beberapa antisipasi berdasarkan kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan anak-anak asuh ia. Vendry Mofu, Riko Simanjuntak, Irsyad Maulana, Rudi, dan Marcel Sacramento adalah momok menakutkan bagi Persib.
“Sepintas sudah lihat, sudah mengkoreksi di latihan tadi, itu adalah koreksi dari kesalahan-kesalahan yang sering kita buat lama saat menghadapi Semen Padang,” timpalnya.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Maitimo Siap Tampil Maksimal Hadapi Klub Tanah Leluhurnya


Gelandang Persib, Raphael Maitimo ternyata punya garis keturunan minang di dalam darahnya. Pria yang lahir serta tumbuh di Belanda itu memang mempunyai keturunan Indonesia yang akhirnya membuat dia menjadi WNI. Selain darah Maluku yang sangat kental, ternyata kakek dari Maitimo ialah warga asal Bukit Tinggi, Sumatera Barat.
Bahkan saat ini dia masih kerap berkunjung ke Padang untuk menemui sanak saudara di tengah kesibukannya sebagai pesepakbola. Dia juga tetap menghargai leluhurnya meski lebih banyak menghabiskan masa belianya di Belanda. Maitimo dinaturalisasi pada 2012 silam ketika timnas Indonesia turun berlaga di AFF Cup.
“Iya ada tapi backgroundnya campur, ada Padang sama Maluku. Ya disana masih ada keluarga tapi sudah dari lama. Saya sudah generasi yang ketiga. Karena dulu ada banyak orang Indonesia ke Belanda tapi saya sudah generasi ketiga,” ungkap Timo ketika diwawancara.
Kembali menginjakan kaki di tanah leluhurnya, Maitimo pun menegaskan dia selalu siap untuk profesional. Tak ada alasan gelandang 33 tahun ini boleh tampil lesu karena menghadapi tim asal Padang. Menurutnya di setiap laga, dia berjanji akan mengerahkan kemampuan terbaiknya untuk membawa Persib menang.
“Ya itu biasa seperti pertandingan biasa karena tidak aka khusus kan. Indonesia itu sama saja untuk saya,” tuturnya.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Tuesday, 9 May 2017

Janur Tidak Bisa Tuntut Fisik Essien Seperti Saat di Chelsea


Kendala fisik Michael Essien terus menerus menjadi perdebatan sebab dia disebut tidak kunjung mencapai peak performance. Jajang Nurjaman pun mengatakan amunisi andalannya itu memang dipastikan tidak akan kembali ke level fisiknya yang dulu. Karena kini usianya semakin menua dan meminta semua pihak supaya berhenti untuk membandingkan dia seperti ketika masih berjaya di Chelsea.
“Kalau itu pertanyaannya ya engga mungkin lah, ga mungkin balik lagi dalam segala aspek kaya postur dan lain-lain. Menuntut dia bermain seperti di chelsea ya engga mungkin dong,” ungkap janur dalam sesi wawancara di Roempi Eatery, Selasa (9/5).
Pelatih berusia 59 tahun itu mengatakan bahwa Essien memang tak bisa begitu saja menjadi raja di Indonesia. Bukan cuma karena fisiknya yang belum mencapai kondisi level yang ideal, namun kompetisi tanah air memang bukan arena yang ramah. Janur mengatakan bahwa peta persaingan di Indonesia sangat ketat dan situasi itu sudah dirasakan pemain asing lainnya.
“Emang bermain di liga Indonesia gampang gitu? Sama aja itu mau daya jelajahnya dan lainya. Kompetisi kita cukup keras loh dan engga gampang, Tanya Vlado, sama susah dan ga gampang,” jelas Janur.
Disinggung soal kondisi fisik Essien sekarang, Janur menegaskan kebugaran mantan kapten timnas Ghana itu terus membaik. Meski secara bentuk tubuh, dia dipastikan tidak akan seatletis dahulu. “Ya sudah ada kemajuan namun tetap aja belum seperti Essien yang ramping kaya dulu,” tukasnya.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Enggan Terlena, Hariono Ingin Timnya Fokus


Tren positif di awal musim dan bisa puncaki klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2017 tak buat punggawa Persib terlena. Gelandang mereka Hariono, menyebutkan timnya harus tetap fokus menatap laga demi laga di depannya.
Persib pada pekan keenam ini akan menghadapi Semen Padang Sabtu (13/5/2017) di Agus Salim Padang. Mengincar untuk mempertahankan gelar musim ini membuat Persib harus menganggap setiap pertandingan final dalam format kompetisi penuh.
“Harus tetap fokus lah, namanya kita incar juara, tiap pertandingan kita anggap final,” kata Hariono pada Selasa (9/5/2017) usai acara konferensi pers Bintang Bola Kopi ABC di Jalan Anggrek.
Menghadapi Semen Padang pekan ini, kondisi tuan rumah sedang dalam kondisi tersungkur usai dikalahkan Borneo FC 1-0 di Samarinda. Kekalahan itu memukul Kabau Sirah menelan kekalahan kedua di Liga 1.
Bermain di kandangnya sendiri buat motivasi Vendry Mofu cs. berlipat ganda. Maung Bandung mesti mewaspadai hal itu supaya kekalahan 4-0 musim lalu di Indonesian Soccer Championship (ISC) 2016 tidak terulang.
“Kita tahu, Semen Padang main di kandangnya akan luar biasa, kita harus waspada apalagi kemarin baru kalah,” ungkap Mas Har.
Diperkuat pemain asing berlabel marquee player, Didier Zokora buat lini tengah Semen Padang punya kapasitas lebih. Zokora dipandang sebagai pemain yang memberikan warna berbeda di tubuh Semen Padang musim ini. “Iya, dia buat Semen Padang musim ini berbeda,” singkat Hariono.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Pertimbangan Fisik, Alasan Janur Ubah Peran Essien


Marquee player Maung Bandung, Michael Essien memberikan kontribusi sangat besar untuk timnya dalam 5 laga di Liga 1. Selain mencetak 2 gol, 2 umpan kunci mampu dihasilkan untuk melahirkan 2 gol dari Febri Hariyadi dan Billy Keraf. Ternyata catatan bagus itu dihasilkan oleh Essien ketika peranya disulap Jajang Nurjaman sebagai playmaker.
Berbeda dengan karakter asli Essien yang merupakan box to box midfielder, pemain asal Ghana itu kini diminta supaya lebih ‘kalem’. Essien tidak lagi mengandalkan kekuatan fisiknya untuk berduel dan berlari tapi dia kini memakai intelegency di tengah. Janur pun angkat bicara soal ide dia menempatkannya sebagai kreator.
“Insya Allah saya tidak salah menakar kemampuan fisikal pemain dan buat dia ini bermain sebagai nomor 10 pertama kali dalam hidupnya. Sampai istrinya nanya dan langsung kaget dia main jadi playmaker,” kata Janur ketika diwawancara di Roempi Eatery, Selasa (9/5).
Menurutnya secara kemampuan fisik, Essien sudah tidak sanggup untuk menampilkan cara bermain seperti saat dia masih berkibar bersama Chelsea dan klub top Eropa lainnya. Selain usianya yang sudah uzur, fisik dia juga memang belum berada di level yang ideal.
Janur mengatakan bahwa Persib memang butuh gelandang bugar yang memiliki stamina mumpuni untuk bekerja keras selama 90 menit. “Namun saya punya pertimbangan lain setelah 20 menit bagaimana perkembangan dia sementara kami butuh pemain yang mau kerja keras,” tuturnya.
Secara fisik, Essien memang sudah tidak seperti dulu lagi. Namun visi bermainnya ada di level yang lebih tinggi ketimbang pemain lain. DItambah akurasi operannya yang sangat akurat. Sehingga Janur memilih untuk menempatka Essien sebagai sosok pengatur serangan ketika timnya memang butuh tenaga untuk membuat peluang.
“Cukup memuaskan karena dia memiliki visi juga punya passing yang luar biasa ini sudah terbukti dalam beberapa pertandingan,” tukas Janur.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Monday, 8 May 2017

Deden Menolak Disebut Sebagai Pahlawan Persib


Muhammad Natshir menjadi figur penting dari kemenangan beruntun Persib pada dua laga terakhir. Dia mampu mempertahankan gawang Maung Bandung dari serangan para juru gedor lawan saat menghadapi Persegres Gresik United dan Persipura Jayapura. Bahkan total penyelamatan Deden mencapai angka 15 dalam 2 pertandingan tersebut.
Sang pemain pun mengaku dirinya sangat senang bisa mendapat kesempatan merumput ketika I Made Wirawan juga sedang main bagus. Namun dia enggan menasbihkan diri sebagai pahlawan bagi timnya. Meski dia menjadi bintang dengan aksi memberangus gempura tim lawan. Termasuk kesigapannya menahan ancaman-ancaman pada punggawa Persipura.
“Syukur Alhamdulilah Deden dapat kepercayaan dari pelatih. Ga ada pahlawan karena semua ini berkat kerja semua tim, termasuk pemain pelatih sama official Persib,” jelas Deden ketika diwawancara lewat pesan singkat
Deden pun menegaskan dirinya tidak lantas berpuas diri dengan performa mengkilap dalam 2 laga terakhir. Dia mengaku masih perlu menambah kualitas permainan ketika bertanding. Salah satunya dengan menikati menu latihan dengan lebih serius dari tim pelatih khususnya Anwar Sanusi.
“Belum puas karena masih banyak kekurangan dan Deden masih banyak kekurangan lah. Jadi saya masih harus berlatih lagi lebih giat supaya penampilan saya terus naik,” tukasnya.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Persib Musim Ini Akan Bermain Lebih Pragmatis


Pendekatan berbeda diterapkan Jajang Nurjaman dalam filosofi bermain pasukannya dalam kompetisi 2017. Kini Persib memilih mengubah paradigma permainanya menjadi lebih pragmatis ketimbang musim-musim sebelumnya. Permainan cantik dari kaki ke kaki bukan lagi menjadi nyawa permainan Maung Bandung yang identik sejak Jajang masuk ke ruang kokpit.
Baginya kini Persib jauh lebih mementingkan kemenangan ketimbang permainan yang indah. Bahkan bukan cuma gagasan Janur, para pemain di lapangan yang paham betul dengan kondisi tim saat ini pun setuju dengan cara tersebut. Kini perolehan poin lebih menjadi prioritas Maung Bandung guna mempertahankan trofi juara musim ini.
“Yang penting sekarang tiga poin karena menurut saya itu lebih penting, Maitimo bahkan bilang waktu di lapangan, yang penting itu menang, bukan bermain indah,” tuturnya ketika diwawancara awak media.
Salah satu faktor yang membuat filosofi permainan cantik ala Persib tidak mampu berjalan musim ini karena masalah regulasi. Janur sulit menerapkan cara bermain indah ketika para pemain muda yang dimilikinya saat pemain muda wajib dimainkan selama 45 menit. Terutama ketika Febri Hariyadi dan Gian Zola harus bolak-balik membela timnas.
“Saya mengakui regulasi tiga pemain muda ini membuat permainan kami masih belum nyaman. Mohon bersabar, untuk kami sampai sekarang ini yang penting tiga poin,” tukasnya.
Sumber : SIMAMAUNG.COM