Thursday, 11 May 2017

Janur Ingin Perbaiki Rekor Persib di Padang


Pelatih Jajang Nurjaman ‘gatal’ segera ingin memperbaiki rekor tak pernah menang di Stadion H Agus Salim Padang saat meladeni Semen Padang. Pertandingan, Sabtu (13/5/2017) nanti menjadi ajang untuknya memperbaiki rekor dan penampilan tim dari sebelumnya.
Janur juga seakan tutup mata atas tren buruk lawan yang mendapat hasil kandas dua kali beruntun atas Bali United (2-0) dan Borneo FC (1-0). Ia menegaskan timnya harus bisa menang minimal mendapatkan poin.
“Kita mencari poin dan memperbaiki penampilan di sini. Saya tidak melihat itu (kekalahan Semen Padang) malah sebaliknya saya datang ke sini selalu kalah, saya ingin perbaiki rekor, itu saja jadi saya tidak melihat mereka yang sudah dua kali kalah,” beber Janur pada Kamis (11/5).
Justru sebaliknya, timnya harus mewaspadai kebangkitan Kabau Sirah di kandangnya. Alih-alih memperbaiki rekor, ia tak ingin anak-anak asuhannya kecolongan lagi. “Bahkan sebaliknya mereka pasti bangkit di kandang,” tambahnya.
Pada persiapannya pelatih 59 tahun itu sudah menyiapkan beberapa antisipasi berdasarkan kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan anak-anak asuh ia. Vendry Mofu, Riko Simanjuntak, Irsyad Maulana, Rudi, dan Marcel Sacramento adalah momok menakutkan bagi Persib.
“Sepintas sudah lihat, sudah mengkoreksi di latihan tadi, itu adalah koreksi dari kesalahan-kesalahan yang sering kita buat lama saat menghadapi Semen Padang,” timpalnya.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Maitimo Siap Tampil Maksimal Hadapi Klub Tanah Leluhurnya


Gelandang Persib, Raphael Maitimo ternyata punya garis keturunan minang di dalam darahnya. Pria yang lahir serta tumbuh di Belanda itu memang mempunyai keturunan Indonesia yang akhirnya membuat dia menjadi WNI. Selain darah Maluku yang sangat kental, ternyata kakek dari Maitimo ialah warga asal Bukit Tinggi, Sumatera Barat.
Bahkan saat ini dia masih kerap berkunjung ke Padang untuk menemui sanak saudara di tengah kesibukannya sebagai pesepakbola. Dia juga tetap menghargai leluhurnya meski lebih banyak menghabiskan masa belianya di Belanda. Maitimo dinaturalisasi pada 2012 silam ketika timnas Indonesia turun berlaga di AFF Cup.
“Iya ada tapi backgroundnya campur, ada Padang sama Maluku. Ya disana masih ada keluarga tapi sudah dari lama. Saya sudah generasi yang ketiga. Karena dulu ada banyak orang Indonesia ke Belanda tapi saya sudah generasi ketiga,” ungkap Timo ketika diwawancara.
Kembali menginjakan kaki di tanah leluhurnya, Maitimo pun menegaskan dia selalu siap untuk profesional. Tak ada alasan gelandang 33 tahun ini boleh tampil lesu karena menghadapi tim asal Padang. Menurutnya di setiap laga, dia berjanji akan mengerahkan kemampuan terbaiknya untuk membawa Persib menang.
“Ya itu biasa seperti pertandingan biasa karena tidak aka khusus kan. Indonesia itu sama saja untuk saya,” tuturnya.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Tuesday, 9 May 2017

Janur Tidak Bisa Tuntut Fisik Essien Seperti Saat di Chelsea


Kendala fisik Michael Essien terus menerus menjadi perdebatan sebab dia disebut tidak kunjung mencapai peak performance. Jajang Nurjaman pun mengatakan amunisi andalannya itu memang dipastikan tidak akan kembali ke level fisiknya yang dulu. Karena kini usianya semakin menua dan meminta semua pihak supaya berhenti untuk membandingkan dia seperti ketika masih berjaya di Chelsea.
“Kalau itu pertanyaannya ya engga mungkin lah, ga mungkin balik lagi dalam segala aspek kaya postur dan lain-lain. Menuntut dia bermain seperti di chelsea ya engga mungkin dong,” ungkap janur dalam sesi wawancara di Roempi Eatery, Selasa (9/5).
Pelatih berusia 59 tahun itu mengatakan bahwa Essien memang tak bisa begitu saja menjadi raja di Indonesia. Bukan cuma karena fisiknya yang belum mencapai kondisi level yang ideal, namun kompetisi tanah air memang bukan arena yang ramah. Janur mengatakan bahwa peta persaingan di Indonesia sangat ketat dan situasi itu sudah dirasakan pemain asing lainnya.
“Emang bermain di liga Indonesia gampang gitu? Sama aja itu mau daya jelajahnya dan lainya. Kompetisi kita cukup keras loh dan engga gampang, Tanya Vlado, sama susah dan ga gampang,” jelas Janur.
Disinggung soal kondisi fisik Essien sekarang, Janur menegaskan kebugaran mantan kapten timnas Ghana itu terus membaik. Meski secara bentuk tubuh, dia dipastikan tidak akan seatletis dahulu. “Ya sudah ada kemajuan namun tetap aja belum seperti Essien yang ramping kaya dulu,” tukasnya.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Enggan Terlena, Hariono Ingin Timnya Fokus


Tren positif di awal musim dan bisa puncaki klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2017 tak buat punggawa Persib terlena. Gelandang mereka Hariono, menyebutkan timnya harus tetap fokus menatap laga demi laga di depannya.
Persib pada pekan keenam ini akan menghadapi Semen Padang Sabtu (13/5/2017) di Agus Salim Padang. Mengincar untuk mempertahankan gelar musim ini membuat Persib harus menganggap setiap pertandingan final dalam format kompetisi penuh.
“Harus tetap fokus lah, namanya kita incar juara, tiap pertandingan kita anggap final,” kata Hariono pada Selasa (9/5/2017) usai acara konferensi pers Bintang Bola Kopi ABC di Jalan Anggrek.
Menghadapi Semen Padang pekan ini, kondisi tuan rumah sedang dalam kondisi tersungkur usai dikalahkan Borneo FC 1-0 di Samarinda. Kekalahan itu memukul Kabau Sirah menelan kekalahan kedua di Liga 1.
Bermain di kandangnya sendiri buat motivasi Vendry Mofu cs. berlipat ganda. Maung Bandung mesti mewaspadai hal itu supaya kekalahan 4-0 musim lalu di Indonesian Soccer Championship (ISC) 2016 tidak terulang.
“Kita tahu, Semen Padang main di kandangnya akan luar biasa, kita harus waspada apalagi kemarin baru kalah,” ungkap Mas Har.
Diperkuat pemain asing berlabel marquee player, Didier Zokora buat lini tengah Semen Padang punya kapasitas lebih. Zokora dipandang sebagai pemain yang memberikan warna berbeda di tubuh Semen Padang musim ini. “Iya, dia buat Semen Padang musim ini berbeda,” singkat Hariono.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Pertimbangan Fisik, Alasan Janur Ubah Peran Essien


Marquee player Maung Bandung, Michael Essien memberikan kontribusi sangat besar untuk timnya dalam 5 laga di Liga 1. Selain mencetak 2 gol, 2 umpan kunci mampu dihasilkan untuk melahirkan 2 gol dari Febri Hariyadi dan Billy Keraf. Ternyata catatan bagus itu dihasilkan oleh Essien ketika peranya disulap Jajang Nurjaman sebagai playmaker.
Berbeda dengan karakter asli Essien yang merupakan box to box midfielder, pemain asal Ghana itu kini diminta supaya lebih ‘kalem’. Essien tidak lagi mengandalkan kekuatan fisiknya untuk berduel dan berlari tapi dia kini memakai intelegency di tengah. Janur pun angkat bicara soal ide dia menempatkannya sebagai kreator.
“Insya Allah saya tidak salah menakar kemampuan fisikal pemain dan buat dia ini bermain sebagai nomor 10 pertama kali dalam hidupnya. Sampai istrinya nanya dan langsung kaget dia main jadi playmaker,” kata Janur ketika diwawancara di Roempi Eatery, Selasa (9/5).
Menurutnya secara kemampuan fisik, Essien sudah tidak sanggup untuk menampilkan cara bermain seperti saat dia masih berkibar bersama Chelsea dan klub top Eropa lainnya. Selain usianya yang sudah uzur, fisik dia juga memang belum berada di level yang ideal.
Janur mengatakan bahwa Persib memang butuh gelandang bugar yang memiliki stamina mumpuni untuk bekerja keras selama 90 menit. “Namun saya punya pertimbangan lain setelah 20 menit bagaimana perkembangan dia sementara kami butuh pemain yang mau kerja keras,” tuturnya.
Secara fisik, Essien memang sudah tidak seperti dulu lagi. Namun visi bermainnya ada di level yang lebih tinggi ketimbang pemain lain. DItambah akurasi operannya yang sangat akurat. Sehingga Janur memilih untuk menempatka Essien sebagai sosok pengatur serangan ketika timnya memang butuh tenaga untuk membuat peluang.
“Cukup memuaskan karena dia memiliki visi juga punya passing yang luar biasa ini sudah terbukti dalam beberapa pertandingan,” tukas Janur.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Monday, 8 May 2017

Deden Menolak Disebut Sebagai Pahlawan Persib


Muhammad Natshir menjadi figur penting dari kemenangan beruntun Persib pada dua laga terakhir. Dia mampu mempertahankan gawang Maung Bandung dari serangan para juru gedor lawan saat menghadapi Persegres Gresik United dan Persipura Jayapura. Bahkan total penyelamatan Deden mencapai angka 15 dalam 2 pertandingan tersebut.
Sang pemain pun mengaku dirinya sangat senang bisa mendapat kesempatan merumput ketika I Made Wirawan juga sedang main bagus. Namun dia enggan menasbihkan diri sebagai pahlawan bagi timnya. Meski dia menjadi bintang dengan aksi memberangus gempura tim lawan. Termasuk kesigapannya menahan ancaman-ancaman pada punggawa Persipura.
“Syukur Alhamdulilah Deden dapat kepercayaan dari pelatih. Ga ada pahlawan karena semua ini berkat kerja semua tim, termasuk pemain pelatih sama official Persib,” jelas Deden ketika diwawancara lewat pesan singkat
Deden pun menegaskan dirinya tidak lantas berpuas diri dengan performa mengkilap dalam 2 laga terakhir. Dia mengaku masih perlu menambah kualitas permainan ketika bertanding. Salah satunya dengan menikati menu latihan dengan lebih serius dari tim pelatih khususnya Anwar Sanusi.
“Belum puas karena masih banyak kekurangan dan Deden masih banyak kekurangan lah. Jadi saya masih harus berlatih lagi lebih giat supaya penampilan saya terus naik,” tukasnya.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Persib Musim Ini Akan Bermain Lebih Pragmatis


Pendekatan berbeda diterapkan Jajang Nurjaman dalam filosofi bermain pasukannya dalam kompetisi 2017. Kini Persib memilih mengubah paradigma permainanya menjadi lebih pragmatis ketimbang musim-musim sebelumnya. Permainan cantik dari kaki ke kaki bukan lagi menjadi nyawa permainan Maung Bandung yang identik sejak Jajang masuk ke ruang kokpit.
Baginya kini Persib jauh lebih mementingkan kemenangan ketimbang permainan yang indah. Bahkan bukan cuma gagasan Janur, para pemain di lapangan yang paham betul dengan kondisi tim saat ini pun setuju dengan cara tersebut. Kini perolehan poin lebih menjadi prioritas Maung Bandung guna mempertahankan trofi juara musim ini.
“Yang penting sekarang tiga poin karena menurut saya itu lebih penting, Maitimo bahkan bilang waktu di lapangan, yang penting itu menang, bukan bermain indah,” tuturnya ketika diwawancara awak media.
Salah satu faktor yang membuat filosofi permainan cantik ala Persib tidak mampu berjalan musim ini karena masalah regulasi. Janur sulit menerapkan cara bermain indah ketika para pemain muda yang dimilikinya saat pemain muda wajib dimainkan selama 45 menit. Terutama ketika Febri Hariyadi dan Gian Zola harus bolak-balik membela timnas.
“Saya mengakui regulasi tiga pemain muda ini membuat permainan kami masih belum nyaman. Mohon bersabar, untuk kami sampai sekarang ini yang penting tiga poin,” tukasnya.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Sunday, 7 May 2017

Vlado Sebut Kekompakan dan Kedisiplinan Jadi Kunci Kemenangan


Kemenangan atas Persipura Jayapura disambut positif oleh Vladimir Vujovic yang punya tugas berat menahan gempuran Boaz Solossa dan kawan-kawan. Selama 90 menit, Vlado menjadi karang tangguh ketika Persipura terus menekan sejak menit awal hingga injury time babak 2. Menurutnya tim lawan pada laga tadi benar-benar memberikan tekanan tak kenal lelah dan sangat membuatnya kelelahan. Namun dukungan Bobotoh membuat semangatnya terus berkobar untuk membuat gawang tetap perawan.
“Saya mau sampaikan terima kasih ke Persipura sebab menunjukkan performa yang bagus malam ini, terima kasih juga kepada Bobotoh yang mendorong kami selalu 100 persen untuk disiplin selama 90 menit, saya rasa kami sudah membuat mereka kesulitan,” kata Vlado usai laga di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (7/5).
Menurutnya, Persib Bandung juga bermain dengan sangat baik ketika Persipura melakukan pressing ketat sejak dini. Karena mereka sangat kompak ketika kubu lawan memegang penguasaan bola dan semua bereaksi membantu barisan pertahanan. Menurut stoper asal Montenegro ini, kokohnya pertahanan bukan cuma berkat back four, tetapi karena semua pemain mau turun untuk membantu pertahanan dan mencoba menyaring setiap aliran bola.
“Kami bermain main maksimal ketika bertahan. Bukan cuma Jupe (Achmad Jufriyanto), Supardi, Deden (Natshir) yang membuat kami main solid. Tapi karena semua pemain ikut serta ketika bertahan, itu yang menjadi kunci kemenangan kita tadi,” ungkapnya.
Dengan hasil ini, Persib mencatat 4 clean sheet dari total 5 laga yang sudah mereka lalui. Satu-satunya laga yang membuat gawang mereka bobol ialah saat melawat ke markas PS TNI di pekan kedua. Bahkan gawang Deden Natshir belum pernah kemasukan di 3 laga terakhir mereka.

Saturday, 6 May 2017

Stamina Terkuras, Persib Tegaskan Tetap Fight


Dalam stamina pemain yang belum pulih, Maung Bandung sudah harus bertanding lagi di laga lanjutan Liga 1 2017. Persib memang sedang mengarungi jadwal ketat dalam awal musim. Mereka baru merumput pada Rabu (3/5) melawan Persegres di Gresik dan sudah harus berlaga dengan jeda antar laga yang cuma 4 hari. Jajang Nurjaman pun hanya sekali menggelar latihan jelang pertandingan.
Namun Janur meminta anak asuhnya untuk berusaha tampil dengan segenap kemampuan mereka meski sedang keletihan. Baginya tidak ada alasan Maung Bandung bisa main dengan berleha-leha karena poin penuh adalah misi mutlak. Janur menegaskan anak asuhnya yang ada saat ini tetap siap tempur kecuali Sergio Van Dijk yang cedera serta duet Febri Hariyadi-Gian Zola yang membela timnas.
“Ya termasuk mepet karena cuma ada dua kali latihan tapi kami harus tetap siap. Semua pemain udah oke hanya Sergio saja yang masih belum. Dengan persiapan yang mepet, kami harus menjaga trend positif di kandang,” ungkap Janur di konferensi pers jelang laga di Graha Persib, Sabtu (6/5).
Persib sendiri saat ini sedang berada di tren bagus karena hasil positif selalu mampu mereka raih di 2 laga terakhir. Sempat tertahan dalam 2 laga awal, taring Atep dan kawan-kawan muncul lagi saat melawan Sriwijaya FC dan Persegres. Rekor bagus itu pun coba dipertahankan oleh anak buah Janur.
“Jadi kami coba pertahankan itu dengan persiapan yang ada dan pemain yang ada. Dengan lawan kuat seperti Persipura, ga ada alasan bagi kami untuk menyerah,” tuturnya.
Persib memang haram untuk melepas kemenangan kepada tim lawan sekalipun tamunya kali ini adalah kekuatan dari Timur, Persipura. Janur paham betul bahwa Mutiara Hitam punya materi pemain mumpuni dan organisasi permainan yang solid. Tapi dia ingin anak asuhnya tetap berani bertempur hingga titik darah penghabisan supaya posisi di papan atas klasemen bisa mereka rawat.
“Kami tetap fight untuk mendapatkan kemenangan meskipun Persipura tim yang kuat, mereka tidak banyak merubah materi pemain. Banyak pemain-pemain berbahaya disana begitu juga pemain muda bertalenta. Mereka juga kandidat juara,” tandasnya.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Friday, 5 May 2017

Jadi Tuan Rumah, Maitimo Optimis Persib Menang Lawan Persipura


Persib Bandung dinilai Raphael Maitimo tetap harus melakukan pembenahan di persiapan jelang menghadapi Persipura Jayapura, Minggu (7/5/2017) nanti dalam Liga 1 Indonesia 2017. Bagaimana tidak? Maung Bandung menang dengan cara yang tak terduga di pertandingan lalu melawan Persegres Gresik United. Tampil di bawah performa namun bisa menang di menit-menit akhir.
Bersama persiapan yang sedang dirintis skuat arahan Jajang Nurjaman mulai Jumat (5/5/2017) ini, Maitimo harap Persib kembali punya performa terbaiknya. Tanpa ragu ia menargetkan kemenangan pada laga nanti di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
“Ini sepak bola, bisa main kurang bagus tapi menang, bisa main bagus dan kalah. Mudah-mudahan pertandingan lawan Persipura kita bisa menang lagi,” ungkap Maitimo kepada awak media.
Meski partai masih terbilang padat, Maitimo harap kondisi ia dan rekan-rekan kembali prima 100 persen hari Minggu nanti. Bagaimanapun Persib wajib sapu tiga poin melawan tim juara Indonesian Soccer Championship (ISC) A 2016 untuk tetap menjaga jarak poin dengan kontestan papan atas.
“Kembali kondisi kita harus 100 persen sudah pasti, karena kemarin cuaca berbeda, main di Bandung fisik pasti lebih bagus lagi,” ujarnya.
Ditanyai kekuatan Persipura musim ini, Mutiara Hitam selalu punya permainan agresif baik kandang maupun tandang. Mereka mengerahkan segalanya untuk tempat nomor satu di setiap musimnya. Kendati begitu Maitimo optimis karena timnya bermain di kandang serta didukung Bobotoh di GBLA.
“Ya kita tahu Persipura tim kuat mereka main untuk tempat nomor satu, tapi kita main di rumah kita harus menang,” tandasnya.
Musim lalu di ISC Persib bisa mencatatkan sejarah bisa menangi dua laga home-away melawan Persipura. Sekaligus Persib punya catatan bagus dengan mengandaskannya di final Indonesia Super League 2014.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Lagi, Umuh Upayakan Persib Kembali ke SJH


Manajemen Persib Bandung kembali mengupayakan agar bisa menggunakan Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung sebagai venue untuk menggelar partai kandang. Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang dipakai Persib dalam dua pertandingan awal Liga 1 Indonesia 2017 melawan Arema FC dan Sriwijaya FC dinilai punya banyak masalah terhadap Bobotoh.
Fans Persib itu melaporkan mereka sering dimintai uang parkir dengan nilai besar hingga Rp. 150.000,-. Selain itu, kendaraan bermotor beberapa Bobotoh didapati ada yang dipreteli onderdilnya. Beberapa lainnya melaporkan kehilangan kendaraannya.
“Keluhan masalah parkir, ada yang diminta 50 sampai 150 ribu. Atas pertimbangan keamanan, jadi dipindahkan lagi ke (Stadion) Jalak Harupat,” sebut Manajer Persib Umuh Muchtar merespon keluhan Bobotoh yang banyak mengadu kepadanya.
Menindaklanjuti hal itu, Umuh telah menginstruksikan Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan kandang Persib, melalui General Coordinator Budhi Bram Rachman, untuk mengurus perijinan Si Jalak Harupat. Umuh berharap agar laga Persib kontra Persipura, Minggu (7/5/2017) nanti, bisa dihelat di sana.
“Yakin bisa main di sana, saya sudah suruh Bram untuk mengurusnya, sekarang dia lagi ngurus-ngurus semua perizinan, tinggal konfirmasi saja,” papar Umuh.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Thursday, 4 May 2017

Janur Akan Tetap Peragakan Permainan Cepat Meski Tanpa Febri


Pada pertandingan melawan Persipura Jayapura, Minggu (7/5/2017) mendatang, pelatih Persib Jajang Nurjaman mengatakan tak menutup kemungkinan akan kembali merotasi pemainnya. Berkaitan juga dengan absennya Febri Hariyadi dan Gian Zola yang dipanggil Tim Nasional Indonesia 7-10 Mei nanti.
Namun ia memastikan belum mau menurunkan Serginho van Dijk yang diketahui cedera lututnya kambuh. Sementara Dedi Kusnandar yang ditarik keluar karena cedera rahang di laga melawan Persegres Gresik United, Rabu (3/5) kemarin, bisa kembali dimainkan Minggu nanti.
“Bisa saja saya lakukan (rotasi). Sergio masih belum, Dado (Dedi Kusnandar) tidak ada apa-apa,” sebut Janur ditemui awak media di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Kamis (4/5) siang.
Jajang tetap memacu anak-anak asuhnya mencapai target tiga poin di pertandingan nanti. Walau diakui akan terasa berat di situasi lelah karena jadwal padat, ditambah  Zola-Febri yang lagi dipanggil pemusatan latihan Timnas.
“Kalau ditanya target kandang, siapapun lawannya tetap tiga poin. Meski lelah, minus pemain andalan, kami tetap harus berusaha meraih tiga poin melawan Persipura,” ujar Jajang.
Tanpa Febri, pelatih 59 tahun itu mengungkapkan dirinya akan tetap memainkan pola permainan cepat. Bukan tidak mungkin Billy Paji Keraf turun lebih awal menyisir sayap kanan Maung Bandung.
“Lawan Persipura, saya ingin menunjukkan kembali permainan cepat kami. Itu, yang saya usahakan. Semoga saja bisa terealisasikan,” tandasnya.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Lawan Persipura Tanpa Febri-Zola, Ini Tanggapan Janur


Persib dipastikan tanpa dua wonderkids-nya lagi Febri Hariyadi dan Gian Zola pada pertandingan berat di depan kontra Persipura Jayapura, Minggu (7/5/2017) di Bandung. Keduanya harus mulai bergabung sebelum tanggal 7 Mei artinya Jumat (6/5) atau Sabtu (7/5) Febri-Zola harus mulai gabung bersama rekan-rekan lainnya di Tangerang.
Seperti dikutip halaman resmi klub, dalam surat bernomor 997/AGB/157/V-2017, Plt Sekretaris Jenderal PSSI Joko Driyono menuliskan keduanya diminta bergabung selama empat hari mulai 7-10 Mei 2017.
“Sebagaimana diketahui bahwa Tim Nasional Indonesia akan mengikuti pelaksanaan AFC U-23 Championship Qualifiers 2018, untuk itu dimohon bantuannya meneruskan pemanggilan ini kepada Gian Zola dan Febri Hariyadi,” tulis Joko dalam Persib.co.id.
Pelatih Persib Jajang Nurjaman menyebutkan ketiadaan keduanya akan berdampak sangat besar. Dia akan dibuat putar otak lebih keras untuk menyiapkan komposisi pas pada laga nanti dengan tetap memenuhi regulasi Liga memainkan starter tiga pemain U-23.
“Ya, pengaruhnya memang sangat besar, karena dua pemain ini punya kontribusi yang jelas untuk tim ini. Tanpa dua ini, saya pusing mencari penggantinya,” beber Janur pada Kamis (4/5/2017).
Zola dianggap penampilannya semakin berkembang dari pertandingan ke pertandingan. Sementara Febri memang sudah diakui kualitasnya dan ia semakin matang dengan beri satu gol dan satu asist di tiga penampilannya bersama Maung Bandung.
“Terutama Zola, kalau Febri memang sudah kita tahu kualitasnya. Zola terlihat dia penampilannya semakin baik,” Jajang menambahkan.
Tanpa Febri dan Zola Persib menyisakan lima pemain muda; Fulgensius Billy Keraf, Henhen Herdiana, Ahmad Baasith, Agung Mulyadi, Puja Abdillah dan Angga Febriyanto yang masih alami cedera.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Wednesday, 3 May 2017

Skenario Memasukkan Billy-Essien-Matsunaga Berhasil


Harus diakui skenario memasukkan Fulgensius Billy Paji Keraf kali ini berhasil. Pelatih Persib Jajang Nurjaman memasukkannya pada menit 57 mengganti Gian Zola saat Persib mulai tertekan dan kewalahan mengatasi serangan demi serangan yang dilancarakan Persegres Gresik United dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion Tri Dharma, Rabu (3/5) malam.
Billy memang tak banyak melakukan aksi ancaman serius ke pertahanan lawan saat dia mulai masuk, namun sekali sontekannya di penghujung laga, memanfaatkan assist Febri Hariyadi buat tim tuan rumah gigit jari.
Janur pun menganggap memasukkan Billy, Michael Essien dan Shohei Matsunaga pada waktu yang tepat. Pasalnya gol bermula dari umpang goal kick M Natshir diterima Matsunaga kepada Essien yang memberi umpan kunci dijadikan assist Febri dan tercipta gol Billy Keraf.
“Soal penggantian, skenario memang begitu saya tahu Billy punya kemampuan dan dimasukkan dalam timing yang tepat, begitu juga Essien yang memberikan keypass untuk Febri, Febri kasih assist, tiga pemain ini kolaborasinya sangat bagus sehinga bisa mencetak gol di saat-saat yang genting menentukan di injury time,” papar Jajang.
Janur juga terpaksa menyimpan beberapa pemain bintangnya di kursi cadangan karena kebutuhan tim dengan regulasi yang diterapkan di Liga 1 Indonesia 2017. Menurutnya starting eleven Pangeran Biru malam itu masih yang terbaik dengan situasi kondisi terkini yang telah didiskusikan staf pelatih termasuk pergantian kiper inti dari I Made Wirawan ke Muhammad Natshir.
“Yang pasti pemain kami inti semua kalau lihat di bench orang lihat ngomongnya bench paling maha. Ada Essien ada Carlton Cole ada Hariono ada Tony, Matsunaga semua pemain inti. Tapi ya itu tadi yang diturunkan juga mereka inti bukan saya memberikan angin dahulu untuk Persegres, tidak, tapi memang itu susunan terbaik dengan adanya regulasi memainkan tiga pemain muda junior U-23,” bebernya.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Atep Harap Bisa Cetak Gol Lagi

Dari tiga penampilannya di Liga 1 Indonesia 2017, dua pertandingan terakhir Atep mampu menciptakan gol, masing-masing ke gawang PS TNI dan Sriwijaya FC. Atep mengincar gol ketiganya untuk menyamakan angka gol dengan Boaz Solossa yang kemarin (Selasa 2/5) himpun total tiga gol.
El-capitano menginginkan timnya menang Rabu (3/5) malam ini atas Persegres Gresik United. Andai pun melesakkan bola ke gawang lawan ia harap itu adalah gol yang bantu kemenangan untuk Maung Bandung. “Ya harapan saya Persib menang dulu, kalau pun bisa cetak gol lagi tentu bersyukur,” kata Atep.
Pemain asal Cianjur itu juga menyoroti rekor tak menyenangkan timnya saat melawat ke Tri Dharma Gresik. Sebanyak empat kali lawatan, Atep cs hanya memenangi laga sekali tepat pada gelaran Indonesia Super League (ISL) 2014. “Rekor kita di sini kurang bagus karena menurut stats jarang menang di sini,” sebutnya.
Kendati begitu, Atep hanya akan mengingat bagaiman ia dkk berhasil tekuk Gresik United musim 2014 lalu. Saat itu, Persib bermain malam hari, waktu yang sama dengan jadwal kick-off hari ini di Liga 1.
“Tapi itu mainnya sore (banyak kalah) tapi kalau malam ada sedikit harapan untuk menang, karena waktu itu kita pernah main malam di sini menang, waktu zaman (Makan) Konate (2014) mudah-mudahan itu terjadi karena yang saya rasa beda kalau main sore dan malam selalu beda,” bebernya.
Ini hasil empat kali lawatan terakhir Persib ke Tri Dharma :
ISL 2012: Gresik Utd 2-0 Persib,
ISL 2013: Gresik Utd 2-1 Persib,
ISL 2014: Gresik Utd 1-4 Persib,
ISC 2016: Persegres 2-1 Persib.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Tarik Alur Ke Belakang Persib dengan Jersey Kombinasi Biru-Putih


BajuPersib akan mengenakan kombinasi jersey berbeda di pertandingan tandang melawan Persegres Gresik United, Rabu (3/5/2017) malam di Liga 1 Indonesia 2017. Hariono cs. akan kenakan jersey berwana biru kombinasi celana putih dan kaus kaki biru.
Kondisi ini tentu belum pernah terjadi sebelumnya dalam kit paketan jersey Persib yang telah dirancang di awal musim ini. Dimana biru-biru untuk home, emas-emas untuk away, dan putih-putih untuk jersey ketiga.
Situasi Persib memakai Biru-Putih diputuskan melalu Manajer Meeting Selasa (2/5) kemarin. Maung Bandung mengharuskan memakai jersey gelap (biru-biru-biru) karena tuan rumah memakai kostum cerah (kuning-biru-kuning).
Namun, biru pada celana Persib bentrok dengan biru pada celana tim tuan rumah yang mengharuskan Persib memakai opsi jersey kedua (kuning emas) atau ketiga (putih).
Kendati demikian, jersey kedua Persib total tak bisa dipakai karena akan lebih bentrok. Sementara jersey ketiga pula masih tak bisa dipakai dengan pertimbangan kedua tim memakai warna cerah. Hingga diputuskanlah Persib memakai Biru-Putih-Biru.
Pemakaian biru-putih-biru tergolong unik, pasalnya akan mengingatkan kita bahwa Maung pernah punya jersey kit Biru-Putih di Liga Indonesia musim 2007 tepatnya saat Christian Bekamenga merumput. Walau gagal juara, jersey itu juga yang mengingatkan Bobotoh bagaimana tim bisa menekuk musuh bebuyutan Persija Jakarta 3-0 untuk pertama kali pasca lima musim ke belakang gagal menang
 biru-putih juga pernah dikenakan pada Liga 1998-1999. Menarik alur jauh ke belakang lagi, era perserikatan tahun 1961 Persib punya ciri khas dengan jersey kit biru-putih-biru itu. Musim 1983, Jajang Nurjaman yang masih aktif bermain kenakan pula jersey warna itu.
Musim 1987 bahkan jersey biru-putih-biru pernah dikenakan dalam laga international antara Persib vs PSV Eindhoven di Stadion Siliwangi Bandung, 11 Juni 1987. Pada akhirnya tim arahan Nandar Iskandar kandas dengan skor telak 6-0. Berturut musim 1984 hingga 1993 (sebelum Liga Indonesia penyatuan Perserikatan-Galatama) konsisten Persib dengan warna yang sama.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Thursday, 27 April 2017

Persib Waspadai Ketajaman Duet Samba Laskar Wong Kito


Persib Bandung tidak punya alasan untuk membiarkan lawan mereka berikutnya bisa mencuri poin dalam laga lanjutan Liga 1. Kemenangan menjadi misi yang tak boleh ditawar karena posisi mereka tercecer di peringkat 13 klasemen sementara. Dalam dua laga sebelumnya, Maung Bandung cuma bisa mengoleksi 2 angka dan belum mampu merebut hasil maksimal.
Tapi tugas Atep dan kawan-kawan tidak akan mudah karena lawan tangguh yang akan mereka hadapi akhir pekan ini. Menurut Jajang Nurjaman, Sriwijaya FC adalah tim solid karena secara komposisi pemain, mayoritas pemain lama masih bergabung dalam tim. Bahkan menurutnya kekompakan pemain SFC semakin membaik musim ini.
“Sriwijaya materi tidak jauh beda, kita juga sudah lihat permainan mereka ketika melawan Semen Padang. Tetap yang namanya tim yang lama tetap solid, malah lebih,” jelas Janur ketika diwawancara di Mes Persib, Kamis (27/4).
Dari susunan pemain, Laskar Wong Kito merupakan tim yang dihuni pemain top dari lini belakang hingga depan. Janur pun menyebut barisan depan SFC menjadi ancaman yang paling berbahaya bagi timnya. Karena di sana ada Alberto ‘Beto’ Goncalves sebagai juru gedor menakutkan dan Hilton Moreira yang masih liar meski usianya sudah tak muda lagi.
“Kekuatan mereka ada di lini penyerangan yang bertumpu ke Beto sama Hilton. Jadi sama sekali tidak alasan untuk menganggap remeh mereka dan kita wajib ambil poin penuh,” jelas Janur.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Cedera Sergio Kambuh


Persib harus menunda rencana memainkan Sergio Van Dijk sebagai juru gedor utama karena masih belum bugar. Bahkan kondisi sang bomber malah kian memburuk karena nyeri di bagian lututnya malah terasa nyeri lagi. Dokter tim Persib, Rafi Ghani mengatakan bahwa cedera Sergio kembali kambuh ketika kondisinya belum pulih 100 persen.
“S‎ergio sebenarnya kemarin bagus dan dari Senin juga sudah full latihan. Tetapi pada saat hari Selasa waktu lagi warming up dia ada lagi terasa di bagian lutut kirinya,” jelas Rafi ketika ditemui di Mes Persib, Kamis (27/4).
Rafi pun sudah menjalin komunikasi dengan pihak Indonesia Sport Medicine Centre (ISMC) sebagai klinik yang menangani cedera SVD. Untuk sementara, striker tajam berusia 34 tahun itu pun diminta untuk menahan ambisinya kembali merumput. Laga kontra Sriwijaya FC pun dipastikan akan dilewatkan oleh Sergio karena dia masih cedera.
“Saya udah koordinasi ‎dengan yang di Jakarta. Artinya untuk pertandingan melawan Sriwijaya tidak bisa. sementara untuk laga selanjutnya kita melihat dulu,” jelas pria keturunan Arab tersebut.
Saat ini dia sudah meminta obat pada ISMC guna menanggulangi cedera striker kidal tersebut. Dirinya berharap Sergio bisa pulih cuma dengan obat yang disarankan itu dalam waktu dekat. Namun jika rasa nyeri tidak kunjung hilang bukan tidak mungkin Sergio kembali dikirim ke Jakarta untuk melakukan terapi.
“Saya minta rekomendasi dari ISMC untuk memberikan obat buat Sergio, sekarang dia lagi dikasih obat mudah-mudahan tidak ada keluhan. Kalau misalkan setelah dikasih obat tidak memberikan hasil yang terbaik, maka kita kembalikan ke Jakarta untuk jalani terapi lagi,” jelasnya.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Febri dan Zola Kembali Berlatih Bersama Tim


Duo wonderkids Persib yang memperkuat Timnas Indonesia, Febri Hariyadi dan Gian Zola, akan kembali bergabung berlatih dengan tim, Kamis (27/4). Keduanya akan bergabung dalam persiapan tim menghadapi Sriwijaya FC dalam pekan ketiga Liga 1, Sabtu (29/4) mendatang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Keduanya sudah berada di Bandung sejak Rabu (26/4) sore kemarin. Pada Selasa (25/4) keduanya sempat menjajal tim Persita Tangerang dalam uji coba yang berakhir dengan kemenangan Timnas 2-1 di Lapangan Sepak Bola Pelita Harapan.
“Iya hari ini mulai bergabung lagi sama Persib, dan sore ini ikut berlatih. Sampai kemarin sore di Bandung, ya sama Zola juga,” singkat Febri pada Kamis (27/4) di Mes Persib.
Dengan hadirnya Febri-Zola ke skuat Maung Bandung, maka pelatih Jajang Nurjaman lebih leluasa menyiapkan skuatnya untuk bertarung melawan Sriwijaya FC akhir pekan ini. Sebelumnya diketahui dua pemain di atas absen saat Maung Bandung ditahan seri tuan rumah PS TNI.
Ditanyai kesiapan turun melawan Sriwijaya FC, Febri menyatakan bahwa ia antusias untuk membantu tim raih tiga poin pertama. Terlepas dari itu keputusan bermain atau tidak, ia serahkan kepada pelatih yang tahu situasi tim saat ini.
“Saya absen kemarin bukan liburan terpenting kita harus mengembalikan dan mengamankan poin di kandang nanti. Dua pertandingan kemarin Persib belum raih tiga poin, mudah-mudahan bisa mengamankan tiga poin,” tandasnya.
Sumber : SIMAMAUNG.COM