Tuesday, 9 May 2017

Pertimbangan Fisik, Alasan Janur Ubah Peran Essien


Marquee player Maung Bandung, Michael Essien memberikan kontribusi sangat besar untuk timnya dalam 5 laga di Liga 1. Selain mencetak 2 gol, 2 umpan kunci mampu dihasilkan untuk melahirkan 2 gol dari Febri Hariyadi dan Billy Keraf. Ternyata catatan bagus itu dihasilkan oleh Essien ketika peranya disulap Jajang Nurjaman sebagai playmaker.
Berbeda dengan karakter asli Essien yang merupakan box to box midfielder, pemain asal Ghana itu kini diminta supaya lebih ‘kalem’. Essien tidak lagi mengandalkan kekuatan fisiknya untuk berduel dan berlari tapi dia kini memakai intelegency di tengah. Janur pun angkat bicara soal ide dia menempatkannya sebagai kreator.
“Insya Allah saya tidak salah menakar kemampuan fisikal pemain dan buat dia ini bermain sebagai nomor 10 pertama kali dalam hidupnya. Sampai istrinya nanya dan langsung kaget dia main jadi playmaker,” kata Janur ketika diwawancara di Roempi Eatery, Selasa (9/5).
Menurutnya secara kemampuan fisik, Essien sudah tidak sanggup untuk menampilkan cara bermain seperti saat dia masih berkibar bersama Chelsea dan klub top Eropa lainnya. Selain usianya yang sudah uzur, fisik dia juga memang belum berada di level yang ideal.
Janur mengatakan bahwa Persib memang butuh gelandang bugar yang memiliki stamina mumpuni untuk bekerja keras selama 90 menit. “Namun saya punya pertimbangan lain setelah 20 menit bagaimana perkembangan dia sementara kami butuh pemain yang mau kerja keras,” tuturnya.
Secara fisik, Essien memang sudah tidak seperti dulu lagi. Namun visi bermainnya ada di level yang lebih tinggi ketimbang pemain lain. DItambah akurasi operannya yang sangat akurat. Sehingga Janur memilih untuk menempatka Essien sebagai sosok pengatur serangan ketika timnya memang butuh tenaga untuk membuat peluang.
“Cukup memuaskan karena dia memiliki visi juga punya passing yang luar biasa ini sudah terbukti dalam beberapa pertandingan,” tukas Janur.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

No comments:

Post a Comment