Thursday, 27 April 2017

Persib Waspadai Ketajaman Duet Samba Laskar Wong Kito


Persib Bandung tidak punya alasan untuk membiarkan lawan mereka berikutnya bisa mencuri poin dalam laga lanjutan Liga 1. Kemenangan menjadi misi yang tak boleh ditawar karena posisi mereka tercecer di peringkat 13 klasemen sementara. Dalam dua laga sebelumnya, Maung Bandung cuma bisa mengoleksi 2 angka dan belum mampu merebut hasil maksimal.
Tapi tugas Atep dan kawan-kawan tidak akan mudah karena lawan tangguh yang akan mereka hadapi akhir pekan ini. Menurut Jajang Nurjaman, Sriwijaya FC adalah tim solid karena secara komposisi pemain, mayoritas pemain lama masih bergabung dalam tim. Bahkan menurutnya kekompakan pemain SFC semakin membaik musim ini.
“Sriwijaya materi tidak jauh beda, kita juga sudah lihat permainan mereka ketika melawan Semen Padang. Tetap yang namanya tim yang lama tetap solid, malah lebih,” jelas Janur ketika diwawancara di Mes Persib, Kamis (27/4).
Dari susunan pemain, Laskar Wong Kito merupakan tim yang dihuni pemain top dari lini belakang hingga depan. Janur pun menyebut barisan depan SFC menjadi ancaman yang paling berbahaya bagi timnya. Karena di sana ada Alberto ‘Beto’ Goncalves sebagai juru gedor menakutkan dan Hilton Moreira yang masih liar meski usianya sudah tak muda lagi.
“Kekuatan mereka ada di lini penyerangan yang bertumpu ke Beto sama Hilton. Jadi sama sekali tidak alasan untuk menganggap remeh mereka dan kita wajib ambil poin penuh,” jelas Janur.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Cedera Sergio Kambuh


Persib harus menunda rencana memainkan Sergio Van Dijk sebagai juru gedor utama karena masih belum bugar. Bahkan kondisi sang bomber malah kian memburuk karena nyeri di bagian lututnya malah terasa nyeri lagi. Dokter tim Persib, Rafi Ghani mengatakan bahwa cedera Sergio kembali kambuh ketika kondisinya belum pulih 100 persen.
“S‎ergio sebenarnya kemarin bagus dan dari Senin juga sudah full latihan. Tetapi pada saat hari Selasa waktu lagi warming up dia ada lagi terasa di bagian lutut kirinya,” jelas Rafi ketika ditemui di Mes Persib, Kamis (27/4).
Rafi pun sudah menjalin komunikasi dengan pihak Indonesia Sport Medicine Centre (ISMC) sebagai klinik yang menangani cedera SVD. Untuk sementara, striker tajam berusia 34 tahun itu pun diminta untuk menahan ambisinya kembali merumput. Laga kontra Sriwijaya FC pun dipastikan akan dilewatkan oleh Sergio karena dia masih cedera.
“Saya udah koordinasi ‎dengan yang di Jakarta. Artinya untuk pertandingan melawan Sriwijaya tidak bisa. sementara untuk laga selanjutnya kita melihat dulu,” jelas pria keturunan Arab tersebut.
Saat ini dia sudah meminta obat pada ISMC guna menanggulangi cedera striker kidal tersebut. Dirinya berharap Sergio bisa pulih cuma dengan obat yang disarankan itu dalam waktu dekat. Namun jika rasa nyeri tidak kunjung hilang bukan tidak mungkin Sergio kembali dikirim ke Jakarta untuk melakukan terapi.
“Saya minta rekomendasi dari ISMC untuk memberikan obat buat Sergio, sekarang dia lagi dikasih obat mudah-mudahan tidak ada keluhan. Kalau misalkan setelah dikasih obat tidak memberikan hasil yang terbaik, maka kita kembalikan ke Jakarta untuk jalani terapi lagi,” jelasnya.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Febri dan Zola Kembali Berlatih Bersama Tim


Duo wonderkids Persib yang memperkuat Timnas Indonesia, Febri Hariyadi dan Gian Zola, akan kembali bergabung berlatih dengan tim, Kamis (27/4). Keduanya akan bergabung dalam persiapan tim menghadapi Sriwijaya FC dalam pekan ketiga Liga 1, Sabtu (29/4) mendatang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Keduanya sudah berada di Bandung sejak Rabu (26/4) sore kemarin. Pada Selasa (25/4) keduanya sempat menjajal tim Persita Tangerang dalam uji coba yang berakhir dengan kemenangan Timnas 2-1 di Lapangan Sepak Bola Pelita Harapan.
“Iya hari ini mulai bergabung lagi sama Persib, dan sore ini ikut berlatih. Sampai kemarin sore di Bandung, ya sama Zola juga,” singkat Febri pada Kamis (27/4) di Mes Persib.
Dengan hadirnya Febri-Zola ke skuat Maung Bandung, maka pelatih Jajang Nurjaman lebih leluasa menyiapkan skuatnya untuk bertarung melawan Sriwijaya FC akhir pekan ini. Sebelumnya diketahui dua pemain di atas absen saat Maung Bandung ditahan seri tuan rumah PS TNI.
Ditanyai kesiapan turun melawan Sriwijaya FC, Febri menyatakan bahwa ia antusias untuk membantu tim raih tiga poin pertama. Terlepas dari itu keputusan bermain atau tidak, ia serahkan kepada pelatih yang tahu situasi tim saat ini.
“Saya absen kemarin bukan liburan terpenting kita harus mengembalikan dan mengamankan poin di kandang nanti. Dua pertandingan kemarin Persib belum raih tiga poin, mudah-mudahan bisa mengamankan tiga poin,” tandasnya.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Masuk Nominasi Pelatih Terbaik Bikin Janur Lebih Termotivasi





Jajang Nurjaman masuk dalam nominasi kategori pelatih terbaik pada ajang Golden Award 2017. Apresiasi insan olahraga ini dirancang oleh Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO PWI) Pusat. Pengumuman pemenang sendiri akan diketahui dalam acara yang dihelat di Hotel Peninsula, Jakarta, Jumat (28/4).
Janur pun mengaku dirinya terkejut bisa terpilih dalam nominasi pelatih terbaik untuk tahun ini. Karena sejak awal dirinya tidak punya ambisi untuk mendapatkan sebuah penghargaan pribadi sebagai sosok di technical area Maung Bandung.
“Nominasi ini benar-benar mengejutkan, saya ga pernah menyangka ini terjadi di hidup dan karir saya. Terima kasih juga buat SIWO PWI yang sudah mengapresiasi pekerjaan saya di Persib,” jelas sang pelatih ketika diwawancara di Mes Persib.
Baginya untuk sekedar masuk dalam nominasi pun sudah merasa bahagia karena dia tidak pernah menyangka ada penghargaan ini. Sehingga jika memang akhirnya juru latih lain yang mendapat titel terbaik, dia tidak kecil hati. Menurutnya rival dia dalam ajang ini juga memang cukup berat.
Janur akan bersaing dengan pelatih cabang olahraga lain seperti Dirja Wihardja (angkat besi), Agustinus Ngamel (atletik), Ibarsjah Djanu (voli) serta Richard Mainaky (bulutangkis). Track record para saingan Janur pun tak main-main sebab mereka mampu mempersembahkan prestasi di level internasional.
“Saya tidak berpikir akan jadi yang terbaik mengalahkan para kandidat yang lain. Masuk nominasi udah senang banget, karena belum ada prestasi internasional yang saya sodorkan untuk Persib,” jelasnya.
Tapi setidaknya Janur mendapat suntikan moril untuk membawa Maung Bandung lebih bertaring lagi. Pria 59 tahun ini berambisi membawa timnya keluar dari situasi sulit karena sedang tertahan di peringkat 13 klasemen sementara. Baginya Persib harus segera menggapi kemenangan dan kembali ke jalur juara.
“Saya cuma bisa bilang nominasi ini adalah sebuah pengakuan untuk semua orang yang terlibat di Persib. Membuat saya makin tertantang untuk mengukir prestasi,” tegas Janur.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Wednesday, 26 April 2017

Hadapi Sriwijaya FC, Lini Tengah Persib Mulai Lengkap


Persib Bandung mendapat kabar gembira jelang laga kandang kontra Sriwijaya FC. Pada partai yang akan berlangsung di stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (29/4/2017), itu Pangeran Biru konon bisa menurunkan Raphael Maitimo.

Persib mengawali Liga 1 musim 2017 dengan lambat. Dari dua laga yang dilalui, Maung Bandung hanya bisa meraih dua angka. Mereka bermain 0-0 kontra Arema FC pada partai pertama, lalu ditahan PS TNI 2-2. 

Periode buruk itu mungkin bisa diakhiri Persib. Soalnya, tuan rumah kemungkinan akan diperkuat Maitimo saat meladeni Sriwijaya FC. Sebelumnya, gelandang berusia 33 tahun itu terus absen akibat iritasi mata. 

Hadirnya Maitimo bisa mengurangi beban pelatih Djajang “Djanur” Nurdjaman dan sekaligus dapat meningkatkan variasi permainan Persib. Pasalnya, pada partai itu Djanur belum bisa memainkan Sergio van Dijk.

“Sergio van Dijk masih belum bugar. Masih pelan-pelan latihan. Saya prediksi dia masih belum bisa turun melawan Sriwijaya FC. Kalau untuk Raphael Maitimo sudah bisa bermain,” jelas Djanur. 

Sementara soal  Carlton Cole, Djanur menyatakan masih terus memantau kondisinya. Karena, dalam dua laga yang dilalui, mantan pemain Chelsea itu belum memberikan kontribusi positif bagi Persib

Djanur: Adanya Mantan Pemain Sriwijaya Bukan Keuntungan bagi Persib


Pelatih Persib Bandung, Djadjang 'Djanur' Nurdjaman menilai adanya mantan pemain Sriwijaya FC bukan suatu keuntungan. Itu karena kedua tim sudah mengetahui kekuatan masing-masing.

Misi Persib meraih kemenangan pertamanya di Liga 1 musim 2017 diyakini akan sulit terpenuhi. Walau nanti tampil di stadion Gelora Bandung Lautan Api, Santu (29/4/2017),  Maung Bandung diprediksi bakal direpotkan Sriwijaya FC.

Itu mengacu rekor pertemuan di Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Dari dua perjumpaan kontra Sriwijaya FC, Persib hanya mencatat hasil 1-1 (kandang) dan kalah 0-3 (tandang). 

Tapi, kali ini Persib dianggap punya secercah harapan. Itu karena tuan rumah memiliki dua pemain bekas Sriwijaya FC, yakni Supardi Nasir dan Achmad Jufriyanto atau yang biasa disapa Jupe. Musim lalu, keduanya sama-sama jadi anggota Laskar Wong Kito.

Kehadiran Supardi dan dinilai sebagai keuntungan bagi Persib. Keduanya bisa memberi info soal gaya permainan dan kelemahan Sriwijaya FC. Terlebih mereka bertugas sebagai lini belakang.

Supardi dan Jupe pastinya hafal dengan pola serangan anggota lini depan Sriwijaya FC. Itu bisa digunakan untuk mencegah lawan mencetak gol.  Soalnya, armada Osvaldo Lessa selalu bisa mencetak gol di dua laga pertamanya di Liga 1.   
 
Tapi, analisa itu disanggah Djanur. "Enggak ngaruh. Di liga manapun biasa (ada pemain yang menghadapi mantan klub). Tidak akan jadi keuntungan karena kami sudah sama-sama tahu," jelasnya.

Yang jelas pada partai kandang itu, Djanur meminta agar Persib tidak meremehkan Sriwijaya FC. Menurutnya kekuatan tim tamu jauh berbeda dari sebelumnya dan lebih solid. Jadi harus dianggap serius

Janur Siap Siasati Jadwal Padat di Pekan Keempat


Persib akan menghadapi jadwal padat di pekan keempat Liga 1 kala melakukan laga tandang ke Stadion Tridharma Petrokimia Gresik. Usai melaksanakan pertandingan kandang melawan Sriwijaya FC Sabtu, (29/4), mereka harus bertandang Rabu (3/5) menghadapi Persegres Gresik United.
Ini tentu bukan situasi asing bagi setiap klub Liga 1, bahkan Persib musim lalu mendapati jadwal padat beberapa kali. Masih teringat bagaimana Atep cs bertandang ke markas Persipura di Papua lanjut ke Padang dan Bandung. Semua itu dilakukan dalam kurun waktu delapan hari.
“Sebetulnya dulu pernah mengalami seperti ini (jadwal padat). Kelelahan itu pasti, biasanya bertanding seminggu sekali. Mungkin hanya minggu ini, hari Sabtu main, Rabu dan Minggu, ke sanannya normal lagi,” kata Jajang pada Rabu (26/4) kepada wartawan.
Janur sudah punya antisipasi terkait kondisi demikian. Rotasi adalah salah satu cara untuk menanggulanginya. Apalagi Maung Bandung musim ini dihuni oleh pemain-pemain kelas nomor satu, dalam artian tak ada perbandingan signifikan kekuatan pemain utama dan cadangan.
“Memang enggak gampang nyusun jadwal Liga, kita harus terima saja. Kita siasati dengan rotasi (andai pemain kelelahan) itu jadi solusi dengan seperti itulah,” tambah pelatih 59 tahun itu.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Maitimo Sudah Gatal Ingin Mulai Debut di Persib


Raphael Maitimo telah siap diturunkan pada laga pekan ketiga melawan Sriwijaya FC, Sabtu (29/4) nanti di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Sang pemain mengakui jika sakit matanya berangsur pulih pasca mendapatkan pengobatan hingga ia absen di dua laga awal Persib di Liga 1.
Walau masih harus mendapatkan pengobatan, ia mengatakan tak ada kendala ketika diinstruksikan bermain. Maitimo menjadi pemain yang moncer begitu datang ke Persib, dalam dua laga uji coba ia mampu mencetak gol masing-masing ke gawang Persika Karawang dan Bali United.
“Sudah, saya siap untuk main lawan Sriwijaya FC nanti. Mata saya juga sudah sembuh, ya walaupun masih diobati, siap buat jalani debut nanti,” kata Maitimo ditemui di Mes Persib, Rabu (26/4).
Lebih lanjut pemain jebolan Feyenord Akademi itu menyerahkan keputusannya bermain kepada pelatih kepala Jajang Nurjaman. Ia sendiri sudah gatal melakukan debut perdana dengan klub Persib di Liga 1.
“Tapi itu tergantung pelatih main atau tidak pelatih yang menentukan. Saya juga sudah ingin main buat pertandingan nanti,” tambahnya.
Persib menyongsong laga pekan ketiga dengan motivasi tinggi. Dua kali hasil imbang buat para pemain ikut bertanggung jawab persembahkan kemenangan untuk Bobotoh nanti.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Tuesday, 25 April 2017

Lini Depan Mulai Tajam, Persib Temukan Rasa Percaya Diri


Persib Bandung lebih percaya diri jelang matchday ketiga Liga 1 Indonesia kontra Sriwijaya FC. Bukan cuma karena memainkan laga di hadapan pendukungnya sendiri, Jajang Nurjaman pun menilai pasukannya sudah mulai produktif. Rekening gol bisa dibuka pekan lalu ketika Michael Essien dan Atep membobol gawang PS TNI kemarin.
“Pasti karena pertandingan sebelumnya kita tidak bisa mencetak gol saya rasa ini jadi modal awal walaupun ada pr di belakang kita kemasukan 2 gol yang ga perlu,” jelas Janur ketika diwawancara di Mes Persib, Selasa (25/4).
Bahkan Janur menyebut timnya bisa lebih membukukan gol lebih banyak andai wasit memimpin laga lebih baik. Satu peluang emas yang didapat Essien dihentikan sang pengadil karena dianggap offside. Gol Achmad Jufriyanto juga dianluir sebab dia dianggap berdiri di belakang pemain belakang lawan saat menyambut umpan sepakan bebas Tony Sucipto.
“Namun itu bisa lebih lagi kalau aja wasit jeli, rekaman Essien tidak offside dan Jupe fifty-fifty, Atep juga ada bunga-bunganya kalau saja dia bisa selesaikan dua peluang,” jelas Janur.
Perlahan ketajaman lini depan mulai terasah setelah cuma sanggup bermain imbang dengan Arema FC di laga pembuka. Selain itu kembalinya duet Febri Hariyadi dan Gian Zola bisa menambah kualitas permainan tim tertama urusan penyerangan. Pada laga melawan PS TNI, keduanya absen dan pemain U-23 pengganti masih belum mampu mengimbangi pemain timnas itu.
“Lini depan mulai ada solusi. Kehadiran Febri dan Zola diharapkan membantu karena sampai saat ini masih pusing memainkan tiga pemain U-23 tanpa keduanya. Hari ini mereka datang dan besok baru bergabung,” jelasnya.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Janur Tegaskan Mental Persib Tidak Ambruk


Kembali bermain sebagai tuan rumah pada akhir pekan ini, Persib diharapkan akan mentas dengan motivasi yang berbeda. Maung Bandung memang butuh poin penuh guna mengatrol posisi mereka di tangga klasemen. Tetapi disampaikan Jajang Nurjaman, moril Atep dan kawan-kawan tidak lantas ambruk karena hanya menutup 2 laga awal dengan hasil imbang.
“Ya diharapkan seperti itu tetapi sekali lagi pemain tidak jatuh mental karena kebetulan posisi yang lain belum ada yang (poin) 6 jadi mereka juga masih pada semangat,” jelas sang pelatih ketika diwawancara di Mes Persib, Selasa (25/4).
Janur pun terus melakukan persiapan bagi anak asuhnya demi merengkuh kemenangan perdana. Setelah fokus melakukan recovery pemain yang main melawan PS TNI serta memulihkan level fisik pemain yang diparkir, kini Janur sudah mulai masuk dalam sesi taktikal. Menurutnya kesalahan saat melawat ke markas TNI haram dilakukan kembali.
“Masih memperbaiki kesalahan-kesalahan dan setelah libur satu hari kemarin kita menaikan kondisi fisik pemain yang tidak diturunkan. Saya harap hari ini selevel lagi dan hari ini kita mulai melakukan evaluasi dari pertandingan kemarin,” ujar Janur.
Hanya saja Persib masih belum bisa menurunkan susunan pemain terbaiknya di GBLA akhir pekan ini. Janur menyebut bahwa Sergio van Dijk masih harus diparkir sebab belum pulih total dari cedera lutut. “Sergio masih belum, sudah gabung latihan tapi masih pelan-pelan sekali dan saya prediksikan dia belum bisa turun,” ujar Janur.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Monday, 24 April 2017

Pemain Muda Cedera, Janur Putar Otak


Striker muda Persib Angga Febriyanto alami cedera saat diturunkan melawan PS TNI lalu. Ia berbenturan dengan kiper Dhika Bhayangkara dan ditarik keluar menit 35 digantikan Billy Paji Keraf. Stok pemain muda Persib lantas semakin menipis pasca sebelumnya Febri Hariyadi dan Gian Zola dikirim ke Timnas U-22.
Pelatih Persib Jajang Nurjaman mengatakan dirinya harus memutar otak dengan kehilangan kembali pemain mudanya. Tersisa nama Henhen Herdiana, Ahmad Baasith, Agung Mulyadi dan Puja Abdillah yang terbilang masih fluktuatif akan penampilan mereka.
“Iya (Angga cedera) tambah putar otak lagi, apalagi pemain muda, pusing lagi. Pemain muda ya gitu fluktuatif, masih belum membaik secara mental,” ungkap Janur.
Ia menambahkan belum tentu lega dengan kehadiran Billy Keraf saat kehilangan Febri maupun pemain lainnya. Masih butuh waktu memoles pemain yang sebelumnya berkarier di klub ASIOP Jakarta itu, untuk menjadi seperti Bow yang sudah punya tempat di sayap kanan.
“Belum langsung begitu juga (tidak khawatir saat Febri ke Timnas), kita masih harus lihat lagi dia (Billy). Dia itu gabung ke sini saja baru beberapa hari, dia juga nyusul (ke Bogor), wajar kalau kondisinya seperti itu. Enggak bisa (digenjot cepat), harus pelan-pelan,” bebernya.
Pelatih 59 tahun itu mengakui bahwa pemain yang baru direkrutnya adalah pemain potensial. Billy cukup percaya diri memulai debutnya bersama tim senior di tim besar. “Potensial banget karena dia disamping punya skill, mainnya dewasa banget,” ujarnya.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Maitimo Harap Bisa Bermain Lawan Sriwijaya FC


Belum mendapat kondisi prima saat meladeni PS TNI, Raphael Maitimo berharap dapat bermain di laga kandang melawan Sriwijaya FC. Persib akan berhadapan dengan tim asal Palembang itu pada Sabtu (29/4/2017) di partai kandang.
Maitomop mengatakan jika pekan lalu ia masih tak prima dengan kondisi mata yang belum sembuh total. Kondisi demikian membuat pelatih Jajang Nurjaman tak menurunkannya dan hanya duduk di bangku cadangan.
“Kemarin-kemarin saya masih kurang sembuh, saya juga tidak main. Hari ini saya coba latihan semoga saya bisa main lawan Sriwijaya,” kata Maitimo pada Senin (24/4).
Hingga saat latihan Senin sore ia sadari kondisi matanya kurang baik namun lebih bagus dari pada sebelumnya. Ia juga melakukan kontak setiap hari dengan dokter mata demi mempercepat kesembuhannya.
“Sekarang sudah mau sembuh lebih bagus, tapi kelihatan masih kurang bagus. Tapi saya punya contact setiap hari dengan dokter mata, semoga cepat sembuh,” tambahnya.
Sambil melakukan perbaikan dari pelatih atas dua hasil tak memuaskan di Liga 1, pemain bernomor punggung 10 ini berharap tim mampu memenangkan pertandingan nanti. Kemenangan dibutuhkan untuk menambah rasa percaya diri tim mengarungi pertandingan selanjutnya.
“Kemarin kita kurang beruntung ya, terakhir empat menit mereka cetak gol dua kali. Tapi ini sepakbola, mudah-mudahan ke depan kita bisa menang dan lebih bagus juga,” tandasnya.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Dipermasalahkan PSM Masuk DSP, Ini Tanggapan Maitimo


Manajemen PSM Makassar mempermasalahkan gelandang Persib yang masuk dalam Daftar Susunan Pemain (DSP) saat pertandingan melawan PS TNI, Sabtu (22/4) kemarin dalam Go-Jek Traveloka Liga 1. Padahal manajemen Juku Eja belum mengeluarkan surat keluar kepada pemain bersangkutan, dimana sang pemain sempat dikontrak dan menerim down payment (DP) sebelum merapat ke klub Maung Bandung.
Kubu Makassar mempermasalahkan itu, pasalnya sang pemain belum mengembalikan DP yang diberi. PSSI dan operator liga PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) ikut dipertanyakannya lantaran memberi pengesahan kepada Maitimo sebagai pemain Persib di Liga 1.
Menanggapi persoalan di atas, pemain naturalisasi asal Belanda itu menyebutkan ia akan membereskan semuanya dalam waktu satu minggu ini. Ia bakal menjelaskan bagaimana situasinya saat ini kepada PSSI dan PSM. “Minggu ini kita jelaskan semua sama PSSI dan PSM, tidak ada masalah untuk saya,” kata dia.
Dirinya menampik jika punya masalah dengan bekas klubnya itu. Meski memutuskan untuk keluar sebelum Liga dimulai, ia menaruh hormat kepada jajaran manajemen, pelatih dan pemain yang bekerja di sana.
“Saya sudah dua bulan keluar dari PSM, tidak mungkin ada masalah dengan PSM. Saya banyak hormat PSM dan semua orang yang kerja di sana, relasi juga bagus sekali, tidak ada masalah,” beber Maitimo.
Sementara itu Manajer Persib Umuh Muchtar memastikan pemain jebolan akademi Feyenord itu sudah resmi terikat kontrak di Persib. PSSI pun sudah mendaftarkan pemain di Liga 1 sebagai bagian tim kebanggan Bobotoh.
“Dia sudah disahkan PSSI untuk Liga 1 Indonesia. Belum dilepas PSM? Buat surat saja sampai di mana belum dilepasnya,” kata Umuh.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Janur Punya Treatment Sama untuk Pemain Muda, Termasuk Billy


Masih bermain apik kala menghadapi PS TNI, debutan muda Persib Fulgensius Paji Billy Keraf ditarik keluar pelatih Jajang Nurjaman dan dimasukkan Carlton Cole. Hasilnya, keunggulan Persib 2-0 di depan mata sirna karena dua gol balasan PS TNI di menit-menit akhir membuyarkan kemenangan di depan mata.
Entah kondisi itu adalah kebetulan atau tidak, Bobotoh menilai jika ditariknya Billy adalah sebuah kesalahan. Padahal pelatih Jajang Nurjaman telah menyatakan jika alasannya menarik Billy keluar karena fisiknya yang masih belum siap.
Janur kembali meyakinkan bahwa staf pelatih lebih tahu dan memahami bagaimana kondisi pemain setiap individunya. Apalagi Billy seorang pemain yang terbilang tak mengikuti keseluruhan program tim di waktu pra-musim.
“Itu yang banyak enggak ngerti orang. Kalau kita tim pelatih sudah tahu betul dia (Billy). Kalau ditanya, dari omongan iya dia bilang siap, tapi kita nilai sudah enggak bisa bergerak lagi, itu yang mereka enggak ngerti, kita yang lebih tahu,” papar Janur pada Senin (24/4).
Pelatih 59 tahun itu lebih lanjut menerangkan, pada laga itu Billy sudah tak bisa membantu pertahanan sisi kanan seperti di awal babak kedua. Hal ini menunjukkan bahwa fisik pemain asal Flores mulai menurun. “Ya itu juga (ketika Supardi diserang) sudah enggak ada yang bantu,” ujarnya.
Kondisi serupa sebenarnya sudah Janur lakukan kepada Febri Hariyadi dan Gian Zola di awal-awal debutnya. Ia tak akan memaksakan pemain jika memang kondisinya tak siap. Sang pelatih akan memberikan kesempatan menit bermain bertahap untuk pemain muda.
Janur ingin menjaga mental pemain muda tetap stabil. Andai Billy tak ditarik keluar dan dalam situasi itu tim tetap kebobolan maka mental pemain muda dikhawatirkan down, serta punya tanggungan besar di laga berikutnya.
“Billy treatment-nya sama dengan pemain muda sebelumnya, kemarin main 30 menit. Bukan soal permainan, tapi fisik. Ada juga pertimbangan lain. Saya puas sekali dengan penampilan dia langsung percaya diri di debutnya,” imbuh Jajang.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Sunday, 23 April 2017

Meski Sakit Hati, Atep Ingin Persib Tetap Solid


Lepasnya kemenangan yang sudah berada di depan mata sangatlah menyakitkan bagi awak Maung Bandung, tak terkecuali Atep. Karena menurutnya poin penuh sudah ada dalam genggaman ketika timnya unggul 2-0. Namun suratan Tuhan berkata lain, PS TNI dengan perkasa mengejar defisit 2 gol lewat semangat tidak kenal lelah dan menyamakan kedudukan di menit akhir.
“Mengenai hasil sakit hati saya mah bener, karena walaupun satu poin di tandang lumayan tapi kesempatan kita untuk menang itu besar sekali apalagi itu di menit akhir kita kecolongan,” kata sang kapten ketika diwawancara di Bogor usai laga.
Namun hasil kurang baik itu menurut Atep tak lantas harus membuat keharmonisan tim terganggu. Menurutnya setiap pemain dan tim pelatih harus bersatu melakukan analisis untuk menghindari kejadian serupa terjadi. Menurutnya tim harus tetap solid dan menjadikan momentum ini untuk membuat team cohesion makin erat lagi.
“Tapi ini bukan saatnya untuk saling menyalahkan, kita introspeksi diri aja dan kita evaluasi apa yang harus dilakukan. Karena di kompetisi sistem satu wilayah gini kemenangan sangat penting baik di kandang maupun tandang,” jelas Atep.
Menurutnya tidak ada alasan bagi setiap pemain untuk menyudutkan pemain lalnnya atas hasil ini.  “Kita sekarang kehilangan 4 poin dari target yang direncanakan. Saya harap kita cepat bangkit lah dan melupakan ini dan tak saling menyalahkan,” katanya.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Janur Petik Pelajaran dari Hasil Menyakitkan Kemarin


Banyak pelajaran yang dipetik oleh Jajang Nurjaman dalam kegagalan dia membawa poin penuh ke Bandung saat menghadapi PS TNI kemarin. Sisi positif dari partai dramatis kemarin adalah Persib mulai bisa membuka rekening gol mereka di ajang Liga 1. Sebelumnya Persib memang dibuat mandul oleh Arema pada laga pembuka di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pekan lalu.
Dikatakan Janur, setidaknya catatan ini mampu membuat Atep dan kolega percaya diri usai mendobrak kebuntuan. “Yang pasti ada perubahan kita di pertandingan melawan PS TNI ini bisa mencetak gol,” jelas pelatih asal Majalengka ini pada temu media usai laga.
Hanya saja pelajaran paling penting yang dikantongi Janur adalah cara pemainnya mempertahankan keunggulan. Menurutnya konsentrasi berisan belakangnya mengawal pemain menyerang lawan sangat buruk. Pasalanya hanya dalam waktu 5 menit saja, usaha Maung Bandung membobol gawang lawannya harus berakhir sia-sia dan target merengkuh kemenangan pun harus sirna di menit akhir.
Sang pelatih mengaku dirinya harus cepat melakukan analisis mendalam soal sisi lemah tim asuhannya. “Namun lini pertahanan juga perlu dievaluasi karena harus kemasukan dalam 5 menit saya pikir itu yang sangat jelek, buruk dan itu harus segera kita evaluasi,” terangnya.
Maung Bandung sempat unggul lebih dulu lewat sundulan Michael Essien pada awal babak kedua. Bahkan Persib sempat menjauh ketika Atep menggandakan keunggulan. Namun buyarnya konsentrasi membuat Erwin Ramdani memperkecil skor di menit 86, dan mimpi buruk hadir ketika cocoran Gustur Cahyo di menit 90 membuyarkan angan tim asuhan Janur.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Saturday, 22 April 2017

Vlado Minta Persib Bangkit dan Menatap ke Depan


Kandas sudah ambisi Maung Bandung untuk merebut kemenangan dari tuan rumah PS TNI dalam laga lanjutan Go-Jek Traveloka Liga 1 2017. Namun bek sekaligus jenderal di sektor pertahanan Persib, Vladimir Vujovic, meminta semua pemain dalam tim untuk tak larut dalam kekecewaan. Menurutnya hasil imbang dalam 2 laga di awal kompetisi bukanlah akhir dari segalanya. Masih banyak pertandingan yang akan mereka lalui di pekan-pekan berikutnya.
“Kami sudah unggul 2-0 dan kami tadi sudah dekat dengan kemenangan dan clean sheet. Hasil ini pasti menyesakkan buat semua orang tapi kita harus tetap menatap ke depan, kami harus segera bangkit sebab ini baru awal kompetisi,” jelas Vlado dalam jumpa pers selepas laga di Stadion Pakansari, Sabtu (22/4) malam.
Menurutnya Persib sudah mulai bisa menunjukkan performa yang menanjak dalam pertandingan tadi. Karena saat Jajang Nurjaman melakukan beberapa perubahan komposisi pemain di atas lapangan, Maung Bandung memberi bukti mereka masih bertaring. Ketika Supardi, Billy Keraf dan Michael Essien dimasukkan, pertahahan PS TNI sontak kocar kacir. Tetapi dia mengaku skuat Maung Bandung harus cepat berbenah untuk segera bangkit.
Bobolnya gawang Persib pun disebut Vlado harus segera mereka analisis supaya kejadian serupa tak terulang. “Banyak perubahan yang memberikan dampak bagus untuk tim tetapi pada 5 menit terakhir kami kemasukan dan itu harus kami evaluasi,” tuturnya.
Kemenangan Persib harus sirna ketika mereka sudah sempat unggul dengan skor 2-0 hingga menit ke-85. Tapi gol yang dilesakkan Erwin Ramdani menit 86 dan Gustur Cahyo di akhir waktu normal merusak pesta skuat Maung Bandung di Pakansari. Dengan hasil ini, Persib pun tertahan di peringkat ke-10 dengan raihan poin 2. Posisi itu pun masih berpeluang merosot lagi karena masih banyak tim lainnya yang baru akan bertanding besok dan lusa.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Ini Alasan Janur Cuma Mainkan Billy Selama 38 Menit




Laga kontra PS TNI menjadi penanda debutnya Fulgensius Billy Paji Keraf bersama skuat Maung Bandung usai teken kontrak selama semusim. Anak muda berusia 19 tahun itu pun masuk menggantikan Angga Febrianto pada menit ke-35 karena mengalami cedera. Kemampuan pemain asal Maumere itu pun sangat memikat karena pergerakan lincahnya di rusuk kiri pertahanan The Army. Tercatat satu assist pun mampu dia catatkan ketika umpan terukurnya menghampiri Atep dan menyambutnya dengan sepakan voli indah.
Tapi Jajang Nurjaman hanya memberi waktu Billy unjuk gigi di lapangan untuk 38 menit saja. Dia akhirnya digantikan oleh Carlton Cole pada menit ke-73 dan imbasnya, kemenangan Persib hilang. Disinggung mengenai keputusan Janur menarik keluar Billy, dia punya alasan yang kuat. Menurutnya winger eks tim nasional U-19 itu masih bermasalah di kondisi fisiknya sehingga pergerakan dia di lapangan menjadi terbatas. Namun ternyata keputusan sang pelatih malah memberi angin segar bagi tuan rumah.
“Billy baru gabung beberapa hari dan dia kelihatannya kondisi fisiknya belum siap dan dia engga cukup untuk meneruskan (laga) jadi kita memiliki pertimbangan tadinya berharap pemain yang kondisi lebih segar tetapi ternyata itu mungkin menjadi sebuah kesalahan,” jelas Janur dalam temu media usai laga di Stadion Pakansari, Sabtu (22/4).
Ketika sudah unggul, Persib pun kerap mudah kehilangan bola karena tak ada jenderal lapangan tengah yang mampu mengatur ritme permainan. Disinggung mengenai alasan dia tidak menurunkan Raphael Maitimo, Janur pun memiliki argumen kuat. Menurutnya gelandang naturalisasi itu masih belum fit karena cedera iritasi mata. Meski namanya ada dalam Daftar Susunan Pemain, namun Maitimo masih belum layak untuk turun berlaga.
“Singkat saja, Maitimo tadi masih belum siap diturunkan dan meskipun dia tadi sudah berpakaian (jersey) tapi ternyata belum siap dan matanya masih sakit,” jelas Janur.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

Sempat Unggul, Janur Kecewa Gagal Bawa Pulang Poin Penuh


Koleksi 3 poin yang sudah berada di depan mata harus sirna karena upaya tidak kenal lelah dari PS TNI akhirnya membuahkan hasil. Hasil ini pun diakui Jajang Nurjaman sangat menyesakkan baginya karena Maung Bandung sudah mampu unggul lebih dulu dengan marjin 2 gol. Dia sebenarnya memuji kinerja pasukannya yang mampu memperbaiki permainan buruk pada babak pertama dengan performa impresif di interval kedua. Lantaran gol Michael Essien dan Atep bisa tercipta di menit 49 dan 51.
Namun catatan bagus itu tidak mampu mengobati kekecewaan Janur yang tak mampu menerima kemenangan timnya harus terenggut di 5 menit terakhir. Tim Maung Bandung yang bermain ciamik hingga menit 85 pun mulai merasakan ketar ketir ketika Erwin Ramdani mampu memperkecil kedudukan. Mimpi buruk pun akhirnya menhampiri Janur serta anak asuhnya ketika serangan balik kilat merobohkan tembok Persib dan Gustur Cahyo ada di posisi yang tepat untuk menaklukkan Made Wirawan.
“Ya cukup mengecewakan ya walaupun babak pertama kita melihat ada banyak kesulitan tapi babak kedua kita berubah dan leading 2-0 sampai menit 40 (babak kedua),” ungkap pelatih berusia 59 tahun itu dalam konferensi pers usai laga di Stadion Pakansari, Sabtu (22/4).
Janur menyayangkan kelengahan para pemain belakangnya yang lengah hingga membuat dua gol bersarang di gawang Persib. Bahkan gol pertama yang masuk terjadi lewat proses yang cukup mudah karena pemain PS TNI dibiarkan untuk mengalirkan bola ke dalam kotak 16. Hasil imbang disebut Janur sebenarnya tidak terlalu buruk karena mereka tetap membawa poin saat pulang ke Bandung. Hanya saja tetap saja kemenangan yang sirna sangat membutnya terpukul.
“Sayang sekali kesempatan kita hilang karena kelengahan dari para pemain belakang kita. Sebenarnya satu poin di away tidak terlalu jelek tetapi karena kita sudah leading dan terkejar cuma 5 menit hasil ini sangat mengecewakan dan ga boleh terulang lagi,” tukasnya.
Sumber : SIMAMAUNG.COM