Monday, 6 March 2017

Panpel Apresiasi Dukungan Sportif Bobotoh



Kegagalan Persib di kandang untuk menembus partai final, Minggu (5/2/2017) semalam menjadi cambuk. Bagaimana Pusamania Borneo FC (PBFC) dengan segudang keberuntungannya mengkandaskan Persib di hadapan Bobotoh. Kondisi demikian menjadi pahit, namun untuk ditelan dalam-dalam dan bukan menjadi hal yang mesti berkecamuk berhari-hari.
Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan kandang Persib Budi Bram Rachman mengamati, apresiasi juga patut disematkan kepada Bobotoh. Saat Kim Jeffrey Kurniawan gagal menjadi algojo ketiga Persib, lantas tak buat fans Persib mencemooh pemain. Sebaliknya, nama Kim disuarakan seisi stadion, berusaha agar sang pemain tetap menegakkan kepalanya.
“Luar biasa sportif ngasih motivasi buat Kim tadi yang gagal ya, artinya semakin dewasa juga Bobotoh sudah mulai bersikap,” kata Bram Rachman.
Ia juga memperhatikan Bobotoh sudah mulai memerangi rasis. Tak ada nyanyian-nyanyian yang menjelekkan suporter tim lain sepanjang laga. Ini menjadi positif, namun pengawasan panpel adalah kepada banyaknya smoke boom, flare dan calo masih sulit diatasi.
“Berharap Insya Allah teman-teman Viking-Bomber sudah mulai memerangi rasis, di pertandingan juga sudah tidak ada kan ya rasis-rasis. Cuman sedikit lemparan dan flare, dan itu semestinya sudah kita prediksi di pertandingn-pertandingan akhir,” ungkap Bram.
Pelaksanaan pertandingan di Si Jalak Harupat dalam ajang Piala Presiden tentunya menjadi cermin evaluasi Bram cs. untuk menyiapkan pada situasi liga dalam kompetisi 2017 nanti. Ia akui masih banyak rapor merah yang didapatnya.
“Ada evaluasi pengelola dan Panpel nanti dituangkan dalam berita acara. Untuk liga harus banyak evaluasi dari manajemen juga nanti. Masih banyak yang harus diperbaiki, banyak nilai merahnya kalau di rapot mah,” tandasnya.
Sumber : SIMAMAUNG.COM

No comments:

Post a Comment